Tersangkut Kepabeanan, YouTuber Putra Siregar Hanya 15 Menit Jalani Sidang

–>

Suara. com – YouTuber yang juga pengusaha muda asal Batam, Putra Siregar telah menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Kampung Jakarta Timur, Senin (10/8/2020).

Putra Siregar tersandung kasus kepabeanan. Kasus tersebut telah terjadi sejak 2017 serta baru disidangkan tiga tahun berselang.

Dalam sesi dakwaan tersebut, Putra Siregar menjelma sidang selama 15 menit.

“Saya melakukan sidang selama 15 menit, ” ujarnya dilansir dari Batamnews —jaringan Suara. com —Senin (10/8/2020).

Di dakwaan JPU, disebutkan disana tersangka Putra Siregar melanggar Pasal 103 huruf d UU RI cetakan 17 tahun 2006 tentang Transisi atas UU RI nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan.

Disebutkan buatan penyelidikan Bea Cukai, diamankan uang tunai hasil penjualan Rp tujuh juta. Selain itu terdapat 191 HP berbagai merk sebagai barang bukti.

Penindakan dilakukan Frengki Tokoro serta Agus Hatuaon dari Tim Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jakarta.

“Seluruh barang milik terdakwa dari Batam dikeluarkan dari wilayah kepabeanan tanpa metode seharusnya, yakni tanpa membayar PPN dan PPh sesuai PermenKeu No 160/PMK. 04/2010 tentang Nilai Pabean untuk perhitungan Bea Masuk, ” tulis dakwaan.

Dalam perhitungan ahli kecelakaan Bea Cukai, Sriyono disebutkan kalau PPN 10% x nilai impor = (10% x 150. 416. 684) = 15. 041. 668, serta PPh 7, 5 % x nilai impor = (7, 5% x 150. 416. 684) = Rp 11. 281. 251

Kemalangan negara dihitung Bea Cukai sebesar Rp 26. 322. 919. Perihal disebutkan di salah satu gerai PStore di Jakarta atau Putra Siregar Phone Shop alamat Jl Raya Condet No 1 (Jl Munggang Depan Holland Bakery) Jaktim pada Jumat 10 November 2017 pukul 01. 30