Prostitusi Cynthiara Alona, Kemen PPPA Minta Orangtua Awasi Pergaulan Anak

Suara. com – Anak-anak masih rentan menjadi korban eksploitasi erotis secara daring, terutama selama masa pandemi Covid-19. Terbaru kasus eksploitasi seksual dengan melibatkan publik figur Cynthiara Alona terbongkar polisi sudah melibatkan 15 anak pada bawah umur.

Dari hasil assesmen Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) diketahui bahwa kontribusi anak dalam bisnis suci itu karena kebutuhan tumbuh.

“Mayoritas gaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagian orangtuanya ada dengan tahu, sebagian lagi tidak karena dianggapnya itu percampuran biasa, ” ungkap Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA Nahar dalam keterangan pers yang diterima suara. com, Jumat (19/3/2021).

Nahar berharap kejadian itu dapat menjadi pengingat untuk para orang tua buat lebih
menanggapi dan menjaga anak supaya terhindar dari bujuk hati mana pun.

Baca Juga: Tempat Prostitusi, Ini Kata PTSP Tangerang perkara Hotel Artis Cynthiara Alona

“Ini tentu diharapkan tidak dicontoh orang lain, karena kita berharap kalau orang tuanya menyiapkan muncul kembang anak dengan sebaik-baiknya kasus-kasus seperti ini mampu kita cegah. Imbauan kepada semua orang yang ada anak untuk lebih mewaspadai modus-modus bujuk rayu yang menjebak anak kita atau anak orang lain pada kasus serupa, ” cakap
Nahar.

Terhadap belasan anak yang menjelma korban itu, Kemen PPPA berkoordinasi dengan UPTD P2TP2A DKI Jakarta untuk memberikan penampungan sementara dan pendampingan psikologis.

Polda Metro Jaya telah mengungkapkan bahwa para pelaku mulai dari orang tengah, pengelola hotel, juga pemilik hotel bekerja sama di dalam eksploitasi anak di Hotel A, Larangan, Tangerang tersebut.

Cynthiara Alona yang bersatatus sebagai pemilik hotel juga ditangkap karena perannya mengetahui langsung dan melakukan pembiaran dengan muslihat mempertahankan jumlah pengunjung hotel dan melonggarkan pengecekan surat identitas.

Akibat aksi itu, para pelaku terancam dijerat pidana dengan pasal pantat. Nahar menjelaskan bahwa memakai secara ekonomi dan/atau seksi terhadap anak di bawah umur dapat dijerat secara Pasal 76I Jo Bab 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang modifikasi atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman rumah penjara maksimal 10 tahun dan denda hingga Rp 200 juta.

Baca Juga: Kenal Dekat, Advokat Yakin Cynthiara Alona Tak Terlibat Prostitusi