Poniyem, Janda 70 Tahun Super Papa Hidup di Tanah Kosong, PERIHAL di Sungai

–>

SuaraJawaTengah. id – Poniyem (70) warga Dusun Slamet RT 02 RW 08 Desa Meteseh, Boja, Kabupaten Kendal tinggal sebatang kara di sebuah rumah kecil tanpa kamar mandi beserta kasur lusuh seadanya. Suami dan anaknya sudah lebih zaman menghadap sang Khalik.

Diusia uzur, untuk buang air besar dan membersihkan baju, Poniyem berjalan melewati semak-semak sepanjang 300 meter menuju sungai.

Bisa dikatakan, Poniyem hidup numpang di negeri orang. Rumah yang saat tersebut Poniyem tempati merupakan hasil dari gotong royong warga sekitar sebab kasihan.

Poniyem tak mempunyai rumah, tanah dan juga keluarga.

Tanah di mana rumahnya berdiri dan ia tempati sejak bulan Maret 2020 merupakan tanah milik ibu Kumi’ati lengah satu warga Dusun Slamet.

Sebelumnya, dia juga menempati rumah di negeri milik orang lain.

Ia mesti tukar karena lokasi rumahnya yang sebelumnya ditempati Poniyem akan dijadikan akses masuk pemilik tanah yang sudah dijualnya ke sebuah pengembang properti.

“Harus tukar soalnya tanahnya sudah dijual pemiliknya, ” jelasnya ketika ditemui SuaraJawatengah. id di rumahnya, Rabu (29/7/2020).

Di sehari-hari, Poniyem tak memiliki order tetap. Serabutan, mungkin kata dengan pas menggambarkannya.

Poniyem. (Suara. com/Dafi)

Era musim panen padi, ia bakal menjadi buruh tani atau di bahasa Jawa “nderep”.