Polda Metro: Pengelola Apartemen di Jaksel Tak Terlibat Pesta Gay

Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pesta gay di salah satu apartemen di Kuningan, Jaksel, Kamis (2/9/2020). [ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat]

Polda Metro telah menetapkan sembilan tersangka dalam pesta gay di sebuah apartemen di Jaksel tersebut.

Suara. com – Polisi tidak menemukan indikasi keterlibatan oknum apartemen di Kuningan, Jakarta Selatan, di pesta gay yang beberapa zaman lalu digeberek petugas Polda Metro Jaya.

Hal itu disampaikan Wakil Eksekutif Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2020).

“Sampai masa ini belum ditemukan di sana, karena kan proses untuk kontrak apartemen, terlihat seperti normal, ” ujarnya.

Meski demikian, Calvijn mengatakan pemeriksa masih mendalami apakah ada oknum yang terlibat dalam pemilihan letak pesta gay tersebut.

“Tim melakukan penyelidikan mendalam apakah ada kemudahan dengan diberikan dan lain sebagainya. Sebab kan mereka acak milih tempatnya, pindah-pindah seperti itu, ” membuka Calvijn.

Penyidik Polda Metro Jaya sudah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka usai menggerebek sebuah pesta mesum sesama jenis (homo) di sebuah apartemen di Kuningan, Jaksel pada 29 Agustus 2020.

Inisial sembilan tersangka tersebut adalah TRF, BA, NA, KG, SW, NM, A, WH.

Sembilan orang yang ditetapkan sebagai simpulan karena perannya sebagai penyelenggara pesta asusila tersebut.

Sedangkan 47 peserta perhelatan tersebut tidak ditahan dan cuma ditetapkan sebagai saksi.

Atas perbuatannya, kesembilan tersangka dikenakan Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 33 Jo Pasal 7 Undang-Undang 44 Tarikh 2008 tentang Pornografi dengan kerawanan kurungan minimal satu tahun penjara dan maksimal 10 tahun tangsi.