Pelanggar ETLE Terbanyak di Kudus Saat Ini: Tak Gunakan Helm

Suara. com kepala Satlantas Polres Kudus, Jawa Tengah, mendokumentasikan pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera pemantau atau CCTV sejak pemberlakuan bentuk tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) didominasi pelanggaran yang disebabkan pengendara sepeda motor tak memakai helm.

“Kami mencatat jumlah pelanggar yang tidak memakai helm bisa bertambah dari 50 persen dibanding total pelanggar tata santun berlalu lintas yang terekam sejak 23 sampai 31 Maret 2021 sebanyak 270 pelanggar, ” jelas Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega, dikutip lantaran Korlantas Polri .

Mengenai jenis pelanggaran secara ijmal adalah tidak memakai helm, melanggar marka jalan, dan perlengkapan kendaraan yang tak lengkap.

Ada lima lokasi kamera CCTV di Kudus, yaitu ditempatkan di Cagak Pentol, Simpang Mejagan, Simpang Tujuh, Simpang Tugu A. Yani, dan Simpang Proliman Barongan. Paling banyak pelanggaran dijumpai di Simpang Mejagan. Dalam sehari, pernah tercatat 50 lebih pelanggaran.

Baca Selalu: Pencurian Motor di Surabaya Tertangkap CCTV, Pelaku Ajak Bocah Saat Beraksi

Petugas memantau kamera penilik tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) melalui layar monitor pada Gedung National Traffic Managemen Center (NTMC) Polri, Jakarta, Selasa (23/3/2021).   Jadi ilustrasi [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Para-para pelanggar tadi akan diproses sesuai tahapan, mulai penerbitan surat konfirmasi pelanggaran lalu lintas disertai foto pelanggar yang dikirim ke petunjuk pelanggar melalui PT Pos sesuai tanda nomor kendaraan bermotor.

“Jika pelanggar tak melakukan konfirmasi selama 14 hari setelah surat diterima, STNK akan diblokir. Sebaliknya, jika melakukan konfirmasi, mau diberikan surat tilang. Adapun pembayaran dendanya bisa melalaikan Bank BRI atau PT Pos atau mengikuti sesi di pengadilan negeri setempat, ” jelas Kasatlantas.

Dia menambahkan, meski kendaraan telah dijual, pemilik pertama hendak dimintai surat pernyataan bahwa kendaraan sudah dijual serta diminta melakukan blokir. Pemilik kendaraan yang terakhir selain diblokir STNK-nya oleh pemilik pertama, juga akan diblokir karena pelanggaran.

Pemberlakuan ETLE untuk saat ini masih manual jadi harus menyiapkan operator untuk melihat tayangan dari kamera CCTV yang terpasang dalam lima titik tadi.

Baca Serupa: Best 5 Oto: Royal Enfield Meteor 350 Meluncur, Volkswagen Membuat Voltswagen