Kesenangan Pelihara Ikan Hias Selama 25 Tahun, Nasib Ismayadi Makin Terang

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Selasa, 13 Oktober 2020 | 12: 24 WIB

Ismayadi bersama dengan koleksi ikan-ikan hias di rumahnya Kadisoro, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Sabtu (10/10/2020). – (SuaraJogja. id/Hiskia Andika)

Memasuki musim penghujan, kata Ismayadi, perlu ketelatenan dan usaha tambahan untuk menjaga ikan-ikan hias yang berada di kolam terbuka.

SuaraJogja. id – Ikan hias sempat menjadi buruan masyarakat berbagai daerah di Indonesia. Pandemi Covid-19 yang memaksa orang harus meminimalisir kegiatan di luar rumah membuat hiburan di rumah sangat penting agar tidak penat dan tekanan.

Tentu hal itu menjadi peluang daya yang menarik bagi beberapa kalangan masyarakat. Tidak sedikit orang yang tiba-tiba menjadi reseller ikan hias karena memang tergiur dengan makna yang ditawarkan.

Namun tidak begitu secara pembudidaya ikan hias Ismayadi di Kadisoro, Gilangharjo, Pandak, Bantul. Pasalnya, bukan hanya saat ini saja Ismayadi mendapat keuntungan dari berjualan ikan hias, melainkan sudah 25 tahun lamanya ia menggeluti usaha ikan hias ini.

Pria berusia 45 tahun itu mengaku sudah semenjak periode tahun 1993-1994 mulai kesenangan memelihara ikan hias. Awalnya dia hanya mengumpulkan ikan hias secara membeli satu-dua ikan hias sebab pedagang keliling yang lewat depan rumahnya.

Namun lama kelamaan, ikan itu terkumpul menjadi banyak. Saat tersebut Ismayadi hanya bermodal pengaron dengan terbuat dari tanah liat buat memelihara ikan-ikan hiasnya. Sama bagaikan mengumpulkan ikan hiasnya satu per satu, wadah berupa pengaron itu pun juga dikumpulkan sedemikian susunan hingga waktu itu mencapai 430 buah.

“Uang untuk beli ikan sama pengaron itu biasanya dikasih abu atau kakak yang sudah main, ” kata Ismayadi saat ditemui SuaraJogja. id di rumahnya, Sabtu (10/10/2020).

Bersamaan berjalannya waktu, Ismayadi berusaha mendagangkan ikan hiasnya di berbagai tempat, mulai dari pasar tradisional had titip di kios-kios ikan, datang akhirnya ia juga mendapat kesempatan untuk ikut dalam event pertunjukan ikan di Bantul Expo.

Ismayadi bersama dengan koleksi ikan-ikan hias di rumahnya Kadisoro, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Sabtu (10/10/2020). semrawut (SuaraJogja. id/Hiskia Andika)

Pundi-pundi rupiah yang berangkat terkumpul itu akhirnya disisihkan juga untuk membuat kolam ikan dalam halaman rumahnya. Masih dibantu sang bapak, kolam ikan mulai terbentuk satu demi satu.

Meski belum banyak kolam yang berhasil dibuat masa itu, tapi rasa senang serta semangat terus berlanjut sampai di suatu ketika ada orang dengan berkenan memborong hampir seluruh ikan hiasnya. Dari situlah, Ismayadi mampu membeli kebutuhan hidup lainnya bagaikan sepeda motor hingga membangun lebih banyak kolam ikan.

Sampai dengan menghunjam di tahun 2000, usaha ikan hiasnya mulai beranjak pesat. Berarti, Ismayadi sudah punya beberapa pelanggan dan tidak perlu khawatir perkara pesanan yang akan datang. Selain itu, waktu itu juga masih belum ada banyak saingan pada berjualan ikan hias.