Kasus Corona Bertambah, Nilai Tukar Rupiah Makin Loyo

–>

Suara. com – Pergerakan nilai tukar rupiah pada Kamis ini (24/9/2020) diprediksi masih akan melemah terhadap dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi, sentimen penguatan dolar AS masih berlaku semalam dan bisa berimbas pagi ini yang bisa menekan rupiah hari ini.

Ariston menjelaskan, penguatan dolar AS ini dipicu kekhawatiran rekan terhadap pelambatan pemulihan ekonomi di AS. Hal ini pula yang mendorong indeks saham AS turun dalam semalam.

Selain itu, kekhawatiran pelambatan perbaikan ekonomi AS ini muncul karena pandemi yang masih berlangsung tapi paket kedua stimulus fiskal AS masih belum ada kesepakatan.

Sementara, isu pemulihan ekonomi dan kondisi pandemi dalam negeri juga bisa memberi tekanan ke rupiah.

“Rupiah berpotensi berjalan di level Rp 14. 750 – Rp 14. 900, ” ujar Ariston dalam riset hariannya, Kamis (24/9/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Rabu Kemarin (23/9/2020) berada di level Rp 14. 815 per dolar AS. Level itu melemah dibanding pergerakan Selasa sebelumnya di level Rp 14. 785 per dolar AS.

Sementara tersebut, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Rabu kemarin berharta di level Rp 14. 835 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Selasa sebelumnya yang di level Rp 14. 782 per dolar AS.