Dugaan Portugal vs Jerman di Grup F Euro 2020

Suara. com – Super big match hendak kembali tersaji dari Perkumpulan F, grup maut Euro 2020. Masuk matchday dua, juara bertahan Euro Timnas Portugal menantang Timnas Jerman di Allianz Arena, Munich, Sabtu (19/6/2021) malam pukul 23. 00 WIB.

Masa ini Portugal memuncaki klasemen sementara Grup F dengan poin tiga usai mengalahkan Hungaria dengan skor tepat 3-0 pada laga perdana Grup F di Puskas Arena, Budapest awal minggu ini.

Mahabintang sekaligus kapten tim, Cristiano Ronaldo tampil gemilang dengan menyumbang brace alias besar gol untuk Portugal pada laga tersebut.

Sementara itu, Jerman masih tertahan di peringkat ketiga klasemen secara nirpoin, usai kalah lawan Prancis di laga pertamanya.

Mengaji Juga: Tinggalkan Real Madrid Setelah 16 Musim, Tangisan Sergio Ramos Pecah

Meski bermain di kandangnya sendiri pada Allianz Arena, Jerman asuhan pelatih Joachim Low taat dengan skor 0-1 lantaran juara bertahan Piala Dunia tersebut.

Gol bunuh muncul dari bek tengah Mats Hummels membuat Jerman pucat di laga tersebut, dan tentunya wajib menang melayani Portugal nanti malam jika ingin membuka kans itu untuk lolos ke ronde 16 besar Euro 2020.

Di sisi lain, raihan tiga poin atas Jerman tentunya akan memastikan tiket ke fase gugur untuk Timnas Portugal.

Meski demikian, Portugal patut was-was melawan Jerman nanti malam. Pasalnya, Selecao das Quinas –julukan Timnas Portugal– punya rekor buruk melayani Jerman; selalu kalah dalam empat pertemuan terakhir mereka lintas ajang.

“Kami meminta keluar sebagai pemenang dengan kemenangan kelima (secara beruntun), ” sesumbar bek sentral Timnas Jerman, Matthias Ginter, seperti dikutip laman resmi UEFA jelang laga Portugal vs Jerman.

Baca Juga: Resmi! Gianluigi Buffon Balik ke Parma Setelah 20 Tahun

Namun begitu, ada kekhawatiran tinggi yang menyelimuti skuad Jerman bahwa kali ini itu tak bisa menaklukkan Portugal, yang artinya bisa mengulang malapetaka tiga tahun lalu ketika mereka terlempar lantaran Piala Dunia 2018 setelah menjadi juru kunci fase grup.

Padahal empat tahun sebelumnya, Jerman sukses jadi kampiun Piala Dunia dalam Brasil di bawah ajaran Joachim Low.

“Jika ada pemain timnas, atau bahkan pelatih, yakin sekali kita bakal melangkah ke 16 besar (Euro 2020), ada risiko terulangnya kegagalan pada Piala Dunia 2018. Itu harus hati-hati dan tanpa sesumbar, ” tulis harian terkemuka Jerman, Bild .

Bek Timnas Jerman, Matthias Ginter. [AFP]

Barang apa pun itu, para penggawa Die Mannschaft –julukan Tim nasional Jerman– nampaknya tetap pede bisa memetik hasil pasti lawan Portugal nanti.

“Kami tim yang hebat, awak berkualitas dan bisa mengarungi jauh. Kami tetap tetap pada diri kami sendiri, ” koar gelandang Borussia Dortmund, Emre Can.

Namun untuk melangkah sejauh itu, Jerman praktis harus mereformasi starting eleven -nya, terutama menajamkan barisan terjang saat beroperasi di kotak penalti lawan. Apalagi pertahanan Portugal tak kalah melalaikan dari Prancis.

Ya, Jerman rasanya memang tak menetapkan mengkoreksi barisan pertahanannya, sekalipun Mats Hummels membuat lulus bunuh diri yang menghasilkan Prancis menang.

Mereka nisbi sanggup meredam trio semaut Kylian Mbappe, Antoine Griezmann dan Karim Benzema, kendati Mbappe dan Benzema menciptakan gol yang kemudian dianulir karena offside pada sabung matchday 1 Grup F itu.

Joachim Low rasanya tak akan mengganti trio beknya, namun dia harus mengubah dramatis susunan pemeran eselon-eselon selanjutnya agar memetik poin penuh dari sabung melawan Portugal, dan menyingkirkan jauh-jauh bayangan buruk terulangnya tragedi 2018.

Ya, kekalahan kedua Jerman hanya akan membuat Portugal jadi negara keempat yang lolos bertambah awal ke babak 16 besar Euro 2020, yang akan jadi pencapaian ketujuh berturut-turut lolos ke periode gugur Euro bagi Selecao das Quinas.

“Sungguh fundamental mengawali dengan pijakan yang betul agar memperoleh kepercayaan muncul, dan kini kami harus berlanjut kepada pertandingan berikutnya lawan Jerman dan selalu dengan kemenangan, ” cakap Cristiano Ronaldo.

Megabintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi usai mencetak gol ke tiang Hungaria dalam laga Grup F Euro 2020 di Puskas Arena, Budapest, Rabu (16/6/2021) dini hari WIB. [BERNADETT SZABO / POOL / AFP]

Dengan torehan 106 gol sejauh ini untuk Portugal dari 176 caps , Ronaldo kini hanya bertopang tiga gol dari pemegang rekor top skor sepanjang masa di pentas sepakbola internasional.

Ali Daei, yang membela Timnas Iran dari 1993-2006, merupakan orang yang memegang rekor tersebut dengan torehan 109 gol sepanjang karier internasionalnya.

“Kami semua tahu status Cristiano dan betapa mudahnya bagi dia menciptakan gol demi gol. Saya yakin dia bisa meraih rekor prestisius itu, ” kata playmaker Portugal, Bruno Fernandes.

Gelandang serang Timnas Portugal, Bruno Fernandes tampil pada laga Persekutuan F Euro 2020 anti Hungaria di Puskas Medan, Budapest, Rabu (16/6/2021) pra hari WIB. [BERNADETT SZABO / POOL / AFP]

Namun demikian, Matthias Ginter menyatakan salah besar kalau Jerman hanya fokus mempertahankan Ronaldo karena masih ada Fernandes, Diogo Jota & Bernardo Silva yang berkecukupan menjadi penentu kemenangan untuk Portugal.

Pelatih Portugal, Fernando Santos malah masih punya cadangan tak kalah mengerikan pada diri Andre Silva yang mencetak 28 gol di Bundesliga Jerman musim lalu bersama Eintracht Frankfurt, bintang Atletico Madrid Joao Felix, serta Renato Sanches dari tim juara Ligue 1 Prancis Lille.

Santos bahkan tak mau hasil seri saat melawan Jerman. Pilihannya hanya dua; “membunuh atau dibunuh, ” sebutan pelatih asal Portugal berusia 66 tahun itu.

Skenario Pertandingan

Langgar melawan Prancis awal pekan ini mengekspos kelemahan-kelemahan Jerman, terutama tiadanya pencipta gol mumpuni. Pemain Bayern Munich, Serge Gnabry yang siap andalan utama untuk mendobrak pertahanan lawan, tak mampu apa-apa saat melawan Prancis.

Kemitraannya dengan Thomas Muller dan Kai Havertz malah membuat Jerman kalah kelas dari lini serang Prancis yang tepat. Gnabry dan Havertz agak-agak termasuk yang harus dirotasi Joachim Low.

Jika itu yang terjadi, maka rekan setim Gnabry di Bayern, Leroy Sane bisa menjadi starter , bahkan lebih revolusioner teristimewa jika dipasangkan dengan Kevin Volland.

Yang juga bintik lemah Jerman adalah wing-back kanannya. Joshua Kimmich sering bergerak ke tengah, serta itu tidak efektif. Sayang, cedera pada Lukas Klostermann membuat Kimmich tak ada lawan di posisi tersebut.

Di lapangan tengah, Low bisa mencoba Leon Goretzka, tapi memainkan penuh gelandang kekar Bayern itu berisiko mengingat dia masih di pemulihan dari cedera.

Siap, amanlah Ilkay Gundogan serta Toni Kroos sebagai starter di lini vital Die Mannschaft.

Jika Kimmich masih termakan beroperasi ke tengah. Low mungkin bisa memplot Matthias Ginter dalam peran lebih melebar. Tak masalah sebab sang bek sentral terbiasa mengisi posisi fullback bergandengan klubnya, Borussia Monchengladbach.

Bakal tetapi, itu akan mendirikan wing-back kiri Atalanta, Robin Gosens menjadi lebih ke dalam seolah bek sedang ketiga Jerman, melapis duo bek sentral Mats Hummels dan Antonio Rudiger yang memproteksi kiper Manuel Neuer.

Sementara tersebut, pelatih Fernando Santos lantaran Portugal sudah pasti mempelajari kekalahan Jerman dari Prancis.

Dia tahu bek-bek Jerman sulit mengimbangi kecepatan Kylian Mbappe. Santos punya pemeran seperti Mbappe, dan Rafa Silva orangnya. Attacker Benfica itu bisa agak digeser ke sayap kanan, kondisi yang selama ini ditempati Bernardo Silva.

Di kondisi penyerang sayap, Rafa Silva dan Diogo Jota mau mendapatkan sokongan dari dua fullback , Nelson Semedo dan Raphael Guerreiro, untuk membantu kinerja Bruno Fernandes sebagai membawa serang serta Cristiano Ronaldo sebagai goal-getter utama Portugal.

Sementara di lapangan sedang, Danilo Pereira dan William Carvalho tetap menjadi double pivot . Jika Carvalho tak memungkinkan menjadi menjalankan , maka gelandang jangkar Wolves, Ruben Neves siap mendampingi Danilo.

Sedangkan buat pertahanan, Ruben Dias dan Pepe tak tergantikan di melindungi kiper Rui Patricio.

Statistik Kedua Tim

Jerman total telah 18 kali bertemu Portugal, di mana Die Mannschaft lebih sering menang ketimbang Selecao das Quinas . Jerman lulus 10 kali dan tersisih tiga kali.

Portugal sendiri tak pernah mengalahkan Jerman dalam 21 tahun belakang. Terakhir mereka menang pada fase grup Euro 2000, ketika hat-trick Sergio Conceicao memenangkan Portugal 3-0.

Hendak tetapi, Portugal hanya sekadar kalah pada 16 perlawanan terakhirnya lintas ajang sejak Oktober 2019. Portugal pula tak terkalahkan pada 22 dari 23 pertandingan Euro terakhirnya.

Head-to-head Portugal vs Jerman:

16/06/2014 Jerman 4-0 Portugal
10/06/2012 Jerman 1-0 Portugal
20/06/2008 Portugal 2-3 Jerman
09/07/2006 Jerman 3-1 Portugal
21/06/2000 Portugal 3-0 Jerman

Lima pertandingan terakhir Portugal:

28/03/2021 Serbia 2-2 Portugal
31/03/2021 Luksemburg 1-3 Portugal
05/06/2021 Spanyol 0-0 Portugal
10/06/2021 Portugal 4-0 Israel
15/06/2021 Hungaria 0-3 Portugal

Lima perlombaan terakhir Jerman:

29/03/2021 Rumania 0-1 Jerman
01/04/2021 Jerman 1-2 Makedonia Utara
03/06/2021 Jerman 1-1 Denmark
08/06/2021 Jerman 7-1 Latvia
16/06/2021 Prancis 1-0 Jerman

Prakiraan Susunan Pemeran:

Portugal XI (4-2-3-1): Patricio; Semedo, Pepe, Dias, Guerreiro; Danilo, Carvalho; Bernardo, Fernandes, Jota; Ronaldo.

Pelatih: Fernando Santos (Portugal)

Jerman XI (3-4-3): Neuer; Ginter, Hummels, Rudiger; Kimmich, Gundogan, Kroos, Gosens; Sane, Muller, Gnabry.

Guru: Joachim Low (Jerman)